<![CDATA[Senarai Quantum Indonesia - News]]>Thu, 30 Apr 2026 17:31:13 +0700Weebly<![CDATA[Karrafa Sukses Mulia Gandeng Senarai Quantum indonesia kembangkan pelatihan manajemen]]>Fri, 06 Sep 2024 13:42:47 GMThttps://senarai-quantum.id/news/karrafa-sukses-mulia-gandeng-senarai-quantum-indonesia-kembangkan-pelatihan-manajemen
BERITAUNGGULAN.COM,JAKARTA–Pengembangan usaha terus dilakukan kelompok usaha PT Karrafa Sukses Mulia yang menaungi Media Beritaunggulan.com dan Bisnistime.com. Kali ini pengembangan usaha dilakukan dengan menjalin kerjasama antara PT Karrafa Sukses Mulia dengan Senarai Quantum Indonesia (SQ.id) dalam bentuk pelatihan manajemen.

​Penandatanganan kesepakatan kerjasama dilakukan Plt Direktur Utama Karrafa Sukses Mulia, Fatkur Rohman dan Chief Executive Officer (CEO) Senarai Quantum Indonesia, Mochammad Nurul Anwar di Hotel Mercure, Rabu (4/9) 2024. Hadir dalam kesempatan tersebut Komisaris Utama Karrafa Sukses Mulia, Rahmat Ruskha Rusin, Wakil Direktur Karaffa Sukses Mulia, Yadi B Yahya serta Pemimpin Redaksi Beritaunggulan.com dan Bisnistime.com, Hiru Muhammad.

Manajemen Senarai Quantum Indonesia dalam sambutannya menilai kerjasama antara Bisnistime.com dan Beritaunggulan.com dengan Senarai Quantum Indonesia (SQ.id) patut terus dikembangkan. Pihaknya sebagai lembaga yang memberikan jasa pelatihan manajemen tentunya banyak dibutuhkan masyarakat.

“Harapan kami ke depan akan membuat SQ.id semakin mudah menyalurkan informasi ke masyarakat melalui Beritaunggulan.com dan Bisnistime.com, tentu saja harapan kami bukan hanya publikasi tetap juga kerjasama yang lebih luas dan erat, baik event online dan offline, tujuannya untuk memberikan bantuan bagi kemajuan Tanah Air tercinta kita,” kata CEO Senarai Quantum Indonesia, Mochammad Nurul Anwar.

Plt Direktur Utama Karrafa Sukses Mulia, Fatkur Rohman, menyatakan kerjasama ini harus terus dikembangkan karena akan mendatangkan manfaat bagi masyarakat luas. “Tentunya event yang dibangun harus memberikan kontribusi bagi bangsa ini,” katanya.

Sumber: pelatihan manajemen (beritaunggulan.com)

]]>
<![CDATA[Kiat Perusahaan Menurunkan Emisi Karbon Menjadi Profit]]>Thu, 05 Sep 2024 17:39:10 GMThttps://senarai-quantum.id/news/kiat-perusahaan-menurunkan-emisi-karbon-menjadi-profit
BISNISTIME.COM,JAKARTA–Sebagai negara yang memiliki kepedulian tinggi dalam penurunan emisi karbon, Indonesia menghadapi berbagai tantangan. Terutama dalam sektor energi, transportasi, dan kehutanan. Namun, negara ini telah menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam upaya pengurangan emisi karbon.
Menurut Dr. Nurtjahjawilasa. S.Hut., M.A., M.AP, Pengamat Emisi Karbon Pusdiklat SDM Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pemerintah Indonesia telah menyampaikan janji yang bernama nationally determine contribution (NDC) penurunan emisi karbon sebesar 31,8 persen secara mandiri dan 43,2 persen dengan bantuan internasional. “Ini menunjukkan adanya komitmen dan perhatian pemerintah dalam hal penurunan emisi karbon,” katanya disela Pelatihan dari Emisi ke Profit, menguasai Perhitungan Gas Rumah Kaca dan Carbon Trading yang diselenggarakan Daya Mitra Bersama Global dan Senarai Quantum Indonesia (SQ.id) yang berlangsung di Hotel Mercure, Jakarta, 2 hingga 3 September 2024.
Dukungan dan komitmen seluruh pihak sangat penting. Perbankan, misalnya, perlu mendukung karbon trading dan memperluas cakupan hingga melibatkan sekuritas dalam karbon exchange. Selain itu, sektor hulu juga harus mendapatkan apresiasi dan penghargaan.
Seperti dalam sektor kehutanan, peternakan, pertanian, dan perkebunan, guna membangun ekosistem yang mendukung penurunan emisi karbon. Tantangan besar yang dihadapi adalah terkait dengan pengetahuan, keterampilan, dan sumber daya manusia.
Nurtjahjawilasa menambahkan penting bagi setiap individu di Indonesia untuk memahami cara menghitung stok karbon, menyusun dokumen administratif, dan melakukan monitoring, reporting dan verification (MRV). Metode-metode penyesuaian juga diperlukan, seperti dalam sektor perkebunan yang menghasilkan B30 atau B35, untuk memastikan sinergi antara sektor hilir dan hulu. “Pelatihan terkait pengelolaan emisi karbon sangat strategis dan penting,” katanya.
Dengan melibatkan berbagai disiplin ilmu dan entitas, pelatihan ini mendukung peningkatan komitmen  mengatasi masalah emisi karbon. Networking yang terjalin harus dipertahankan dan diperluas untuk memastikan kolaborasi yang efektif di masa depan. Setiap peserta diharapkan memiliki rencana aksi dan tindak lanjut untuk implementasi dan dokumentasi capaian mitigasi. Melalui praktik langsung dan saling bertukar informasi, peserta dapat memperoleh wawasan yang bermanfaat dalam upaya mencapai target penurunan emisi karbon Indonesia.

​Sumber: penurunan emisi karbon (bisnistime.com)
]]>
<![CDATA[Pelatihan Penurunan Emisi Karbon Banyak Diminati Perusahaan, Ini Alasannya]]>Thu, 05 Sep 2024 17:37:06 GMThttps://senarai-quantum.id/news/pelatihan-penurunan-emisi-karbon-banyak-diminati-perusahaan-ini-alasannya
BISNISTIME.COM, JAKARTA-– Perubahan iklim memiliki dampak yang sangat besar, termasuk efek rumah kaca yang menyebabkan pencairan es di kutub utara, meningkatnya permukaan air laut, dan tenggelamnya kota-kota. Selain itu, perubahan suhu bumi menyebabkan ketidakstabilan iklim yang dapat mengganggu panen dan menyebabkan kekurangan pangan. Sehingga perlu upaya penurunan emisi karbon  yang harus dilakukan di banyak negara.

​“Untuk mengatasi masalah ini, kesepakatan internasional diambil untuk mereduksi suhu global tidak lebih dari 2 derajat Celsius. Indonesia berkomitmen untuk memenuhi target tersebut dan harus mewujudkan komitmen ini,” kata DR Benny Bernadus Psi, MM CEO Daya Mitra Bersama Global.
Karena itu pihaknya menggelar pelatihan dengan tema “Dari Emisi ke Profit, menguasai Perhitungan Gas Rumah Kaca dan Carbon Trading” yang diselenggarakan Daya Mitra Bersama Global dan Senarai Quantum Indonesia (SQ.id). pelatihan berlangsung di Hotel Mercure, Jakarta sejak tanggal 2 hingga 4 September 2024.
Mochammad Nurul Anwar, CEO Senarai Quantum Indonesia menambahkan pihak-pihak yang berkepentingan perlu memahami konsep global warming dan climate change, serta bagaimana cara menghitung, melaporkan, dan memitigasi emisi karbon. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan tersebut kepada peserta. “Selain menurunkan emisi, pelatihan juga mengedepankan keuntungan yang dapat diperoleh, sehingga judul pelatihan Dari Emisi ke Profit dipilih,” tuturnya.
Pihaknya telah mengumpulkan konsultan, praktisi, dan pembuat kebijakan dalam pelatihan ini. “Karena tingginya antusiasme, kami terpaksa menutup pendaftaran sebelum waktunya,” kata Benny
Pihaknya berencana untuk mengadakan program lanjutan, termasuk modul-modul tambahan dan seminar nasional, serta mengembangkan komunitas karbon trading. Ini bertujuan untuk memfasilitasi pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik di bidang mitigasi emisi karbon.
Berlian Awlya Pratiwi, salah seorang peserta pelatihan menilai kegiatan ini sangat dibutuhkan banyak perusahaan yang peduli dengan masalah karbon. Terlebih perusahaan tempatnya bekerja yang bergerak dibidang agricuture sangat memperhatikan masalah tersebut. “Untuk mengikuti program National Determine Contribution harus paham menyusun dokumennya, melalui pelatihan seperti ini jadi lebih paham,” katanya.

Sumber: emisi karbon (bisnistime.com)

]]>
<![CDATA[Akademisi Perlu Memahami Perhitungan Gas Rumah Kaca dan Carbon Trading]]>Thu, 05 Sep 2024 17:34:46 GMThttps://senarai-quantum.id/news/akademisi-perlu-memahami-pelatihan-perhitungan-gas-rumah-kaca-dan-carbon-trading
Picture
Prof. Dr. Nurhidayati dari UNISMA Malang menerima Sertifikat Training Perhitungan Gas Rumah Kaca dan Carbon Trading dari CEO SQ.id
BISNISTIME.COM,JAKARTA–Masalah emisi karbon dan efek rumah kaca mendapat perhatian serius dari pemerintah dan berbagai kalangan industri. Bahkan perhitungan karbon itu ternyata baru disadari bisa memberikan profit kepada pelakunya.

Menurut Profesor Nurhidayati,  Dosen Fakultas Pertanian Universitas Islam Malang (Unisma), banyak aktivitas-pertanian dianggap sebagai pelaku yang bisa menangkap karbon karena kita menanam tanaman yang mampu menangkap karbon. Di sektor pertanian ada penggunaan traktor, penggunaan pupuk pestisida yang semua itu ternyata bisa diukur. Karena itu pelatihan menguasai perhitungan gas rumah kaca dan carbon trading menjadi suatu yang penting dan patut dikuasai kalangan industri dan akademisi.
Nurhidayati berharap dunia akademisi memahami masalah ini sehingga bisa mentransfer ilmunya kepada mahasiswa. Mereka nantinya akan menjadi lulusan yang paham terhadap peran mereka dalam mengurangi emisi karbon. “Mereka bekerja di sektor pertanian ataupun non pertanian sehingga kegiatan ini perlu diisi dan sosialisasikan kepada aktivitas akademika di kampus agar mereka punya peran yang signifikan dalam mengurangi emisi karbon,” katanya.
“Kita juga bisa meng-capture dari semua sektor tidak hanya di bidang non pertanian yang notabene menghasilkan melepaskan emisi karbon. Tapi juga petanian yang berkecimpung dengan meng-capture karbon aktivitas apa saja ada yang menghasilkan emisi karbon yang memicu pemanasan global,” kata Nurhidayati di sela pelatihan dari Emisi ke Profit Menguasai Perhitungan Gas Rumah Kaca dan Carbon Trading yang digelar Daya Mitra Bersama Global dan Senarai Quantum Indonesia (SQ.id) di hotel Mercure 3-4 September 2024.
Sehingga pelatihan ini sangat bermanfaat sekali agar semua pihak memiliki kesadaran terhadap lingkungan. “Kita harus menyelamatkan lingkungan di semua sektor atau pembangunan di Indonesia khususnya agar kita bisa berperan dalam mengurangi pemanasan global ini,” tuturnya.
Mochammad Nurul Anwar, CEO Senarai Quantum Indonesia selaku penyelenggara pelatihan juga melihat adanya peluang untuk melibatkan perguruan tinggi. “Sejauh ini, beberapa universitas telah mengikuti pelatihan ini, termasuk perwakilan dari industri sawit, perkapalan, dan transportasi, serta lembaga terkait lainnya,” katanya.

Sumber: rumah kaca (bisnistime.com)

]]>
<![CDATA[Pelatihan Perhitungan Gas Rumah Kaca dan Carbon Trading Membuka Wawasan Baru]]>Thu, 05 Sep 2024 17:29:07 GMThttps://senarai-quantum.id/news/pelatihan-perhitungan-gas-rumah-kaca-dan-carbon-trading-membuka-wawasan-baru
BISNISTIME.COM,JAKARTA— Pelatihan Perhitungan Gas Rumah Kaca dan Carbon Trading ternyata menuai sambutan positif berbagai kalangan. Mereka memperoleh banyak informasi berharga yang baru terkait carbon trading.

Teguh Triono, peserta pelatihan dari PT Dharma Satya Nusantara Tbk. Pihaknya merasa dalam Selama tiga tahun terakhir, kami telah melakukan perhitungan emisi karbon, namun belum pernah mendalami latar belakang metode dan teknik perhitungannya.
Selama ini, kami hanya mengikuti protokol yang ada. Pelatihan ini membuka wawasan baru dengan adanya pilihan lain, seperti ISO 14.064 untuk perhitungan emisi. “Kami baru menyadari bahwa upaya penurunan emisi, meskipun tidak untuk perdagangan karbon, merupakan langkah persiapan bagi perusahaan saat regulasi diberlakukan,” kata Teguh saat mengikuti Pelatihan dari Emisi ke Profit Menguasai Perhitungan Gas Rumah Kaca dan Carbon Trading yang digelar Daya Mitra Bersama Global dan Senarai Quantum Indonesia (SQ.id) di hotel Mercure 3-4 September 2024.
Secara umum, pelatihan ini menunjukkan pentingnya verifikasi, serta bagaimana memilih lembaga verifikasi yang tepat. “Kami mendapatkan gambaran umum dari video pelatihan ini, yang sangat bermanfaat bagi tim saya yang menangani perhitungan emisi. Pengetahuan yang diperoleh memungkinkan kami mempersiapkan data dengan lebih baik dan memperbaiki monitoring tahunan, sehingga saat verifikasi dilakukan, kami sudah siap,” tuturnya.
Dari sisi biaya, pengurangan emisi memang berdampak, dan pelatihan ini menunjukkan adanya indikator dan kriteria yang dapat digunakan untuk mengurangi emisi lebih efektif. Teknologi juga berperan besar, tetapi aturan dan cara memanfaatkannya juga penting. “Dengan pelatihan ini, tim saya yang terdiri dari lima orang, termasuk saya, kini lebih siap. Masing-masing dari kami memegang tanggung jawab monitoring dan perhitungan di bidang yang berbeda,” kata Teguh.
Mochammad Nurul Anwar, CEO Senarai Quantum Indonesia, selau penyelenggara pelatihan menilai kebutuhan pemerintah untuk menurunkan emisi agar masyarakat bisa lebih memahami. Pelatihan ini dilakukan baik secara online maupun offline. Sesi offline selama dua hari diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih mendalam karena materi yang disampaikan sangat teknis. “Ke depannya, kami juga akan mengadakan pelatihan yang lebih teknis lagi, termasuk di bidang energi, pertanian, dan kehutanan,” katanya.
Tiap kementerian terkait didorong untuk menyusun roadmap, yang direncanakan akan diluncurkan pada tanggal 17, 18, dan 19 Oktober mendatang.

Sumber: carbon trading (bisnistime.com)
]]>
<![CDATA[Most Significant Change (MSC) - READSI]]>Wed, 28 Aug 2024 07:21:38 GMThttps://senarai-quantum.id/news/most-significant-change-mocs-readsi
]]>
<![CDATA[Land Tenure Program]]>Wed, 28 Aug 2024 07:20:03 GMThttps://senarai-quantum.id/news/land-tenure-program
]]>
<![CDATA[SQ.id bangun kemitraan dengan dmb global dalam Pengembangan Program Ekonomi Berkelanjutan]]>Thu, 22 Aug 2024 08:16:26 GMThttps://senarai-quantum.id/news/sqid-bangun-kemitraan-dengan-dmb-global-dalam-pengembangan-program-ekonomi-berkelanjutan
Alhamdulillah, Senarai Quantum Indonesia (SQ.id) sepakat dengan PT Daya Mitra Bersama Global (DMB Global) untuk membangun kemitraan dalam Pengembangan Program Ekonomi Berkelanjutan dengan potensi peluang proyek karbon melalui diskusi-diskusi dan pelaksanaan pelatihan, pendampingan, studi kelayakan, dan lain-lain.
SQ.id bersama DMB Global menyediakan Pelatihan, Pendampingan, dan Studi Kelayakan atas Project Carbon; memberikan dukungan keahlian teknis terkait pengelolaan dan operasional kegiatan mitigasi perubahan iklim; serta memberikan dukungan pemasaran dan penjualan credit carbon dalam bentuk sertifikat pengurangan emisi karbon yang dihasilkan dari Project Carbon.

Jakarta Selatan, 26 Juli 2024

M Sutan Arif N A

Write something about yourself. No need to be fancy, just an overview.

]]>
<![CDATA[Land Tenure Program YESS (Youth EntrepreneurShip and Employment Support Services)]]>Wed, 03 Jan 2024 16:17:25 GMThttps://senarai-quantum.id/news/fasilitasi-land-tenure-program-yess-youth-entrepreneurship-and-employment-support-services
Senarai Quantum Indonesia (SQ.id) bekerja sama dengan Pusat Pendidikan Pertanian Badan Penyuluhan Dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) melaksanakan kegiatan Fasilitasi Land Tenure Program program Youth Enterpreneur and Employment Support Services (YESS) Kementerian Pertanian.  Tujuan kegiatan ini adalah membangun akses kemitraan pemanfaatan lahan antara petani peserta Program Youth Enterpreneur and Employment Support Services (YESS) Kementerian Pertanian yang membutuhkan lahan untuk pengembangan usaha di sektor pertanian, dengan PTPN 8 dan Perhutani. 
Kegiatan ini dilaksanakan sejak 27  November sampai dengan 31 Desember 2023 di lokasi Program Yess Kabupaten Bogor, Subang dan Sukabumi.
]]>
<![CDATA[POTENSI BLUE CARBON - ERICK THOHIR - COP28]]>Wed, 13 Dec 2023 05:33:56 GMThttps://senarai-quantum.id/news/potensi-blue-carbon-erick-thohir-cop28Dilansir dari katadata, dalam perhelatan KTT Iklim COP28, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) ad Interim Erick Thohir memaparkan langkah Indonesia dalam mengelola dan melestarikan mangrove. Mangrove atau tanaman bakau memiliki peran signifikan dalam pengendalian perubahan iklim dunia.

"Mangrove sangat penting bagi Indonesia mengingat manfaatnya bagi lingkungan dan masyarakat, serta kemampuannya memperkuat ketahanan pesisir. Sebagai solusi berbasis alam, mangrove turut serta dalam mengendalikan perubahan iklim dengan berperan sebagai paru-paru dunia melalui penyerapan dan penyimpanan blue carbon," ujar Erick Thohir dalam sesi COP28 bertajuk 'Delivering Global Action on Mangrove Restoration and Protection' di Dubai, pada Sabtu (9/12).

​Erick mengungkapkan, mangrove memberikan sejumlah manfaat, antara lain melindungi pantai, keanekaragaman hayati yang tinggi, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui ekowisata dan penetapan harga karbon. "Kemampuan ekosistem mangrove dalam menyerap dan menyimpan karbon dengan kepadatan yang melebihi hutan tropis telah menarik perhatian dunia. Di Indonesia, ekosistem mangrove mampu menangkap 3,3 giga ton CO2," ujar Erick.

Kemampuan mangrove untuk menangkap karbon itu setara dengan 3,36 juta hektare kawasan mangrove dengan potensi valuasi ekonomi mencapai US$16,5 juta. Sejak 2020, Indonesia telah menanam lebih dari 265 juta mangrove.

Namun, pemerintah Indonesia tidak bisa melakukan hal ini sendirian. Perlu peran dari sektor swasta untuk mengkatalisasikan program restorasi dan konservasi mangrove di seluruh dunia.

"Menciptakan inovasi dan pendanaan berkelanjutan sangatlah penting. Dalam hal investasi, minat masyarakat terhadap ekosistem karbon biru berpotensi mencapai US$10 juta, yang berasal dari korporasi dan investor," tuturnya.

Percepatan Restorasi Mangrove

Mulai tahun ini, pemerintah akan mempercepat restorasi 75.000 ha lahan mangrove dan konservasi seluas 400.000 ha yang ditargetkan selesai pada 2024.

Ia menambahkan, bisnis yang produktif dan berkelanjutan memiliki peran vital dalam menciptakan mekanisme pasar jangka panjang untuk membuktikan bahwa mangrove lebih bernilai saat hidup dibandingkan dengan saat rusak.

Dalam forum tersebut, Erick menyatakan Indonesia berpengalaman dalam model bisnis ekosistem mangrove. Misalnya, karbon biru, budidaya perikanan yang berkelanjutan, dan pengembangan perikanan yang menghasilkan keuntungan finansial sekaligus membangun masyarakat pesisir yang tangguh dan bermanfaat bagi lingkungan.

Indonesia menyadari pentingnya upaya kolektif dan solusi terkoordinasi dengan negara-negara di seluruh dunia untuk melestarikan dan mengelola mangrove. Sejauh ini, Indonesia telah mendirikan 30 pusat pembibitan untuk mendukung restorasi mangrove. Salah satunya adalah G20 Mangrove Showcase di Bali.

"Kami berharap dengan kolaborasi dengan banyak pihak memastikan masa depan yang berkelanjutan bagi dunia kita. Untuk saat ini dan masa depan melalui pengelolaan mangrove," ujarnya.

m Sutan Arif

Write something about yourself. No need to be fancy, just an overview.

]]>